Batal Nikah Karena Dilabrak Camer, Ini Dia Penjelasan Keluarga Besar Siregar



Curahan hati Tika Romauli Siregar tentang kandasnya pernikahan lantaran tersinggung dengan perkataan calon ibu mertuanya di Facebook menjadi viral sejak diposting pada 5 Oktober 2017 lalu. Banyak netizen bersimpati dengan apa yang dialami oleh Tika.
Keluarga besar marga Siregar pun prihatin dengan peristiwa yang menyita perhatian publik tanah air ini. Bernat Siregar, perwakilan dari keluarga besar marga Siregar pun mengungkapkan kronologi bagaimana keluarga besar Siregar dan tetua adat pun harus berkumpul untuk memutuskan masalah ini.
Beginilah postingan Bernat Siregar menceritakan bagaimana Tika Romauli Siregar dan keluarganya harus memutuskan hubungan dengan keluarga calon suami.
I. Kenapa sampe ke Medsos?
Postingan Tika di akun Facebooknya (5/10/2017) tentang akhir dari kisah cintanya dengan (mantan) calon suami adalah pemberitahuan kepada teman-teman dekatnya bahwa Pernikahannya GAGAL.
Banyak teman-temannya yang menanyakan tentang Pemberkatan Nikah dan Undangan Hajatan / Pesta Adat Batak Hari-H yang berbahagia itu yang akan dilangsungkan pada 7/10/2017. Daripada sibuk menjelaskan ke teman-temannya satu per satu, kenapa batal, dsb, akhirnya Rika mengumumkannya di akun Facebooknya. Selain itu, dia juga ingin berbagi beban kepada teman-temannya, supaya hal yang dialaminya tidak dialami oleh teman-temannya.
II. Kenapa sampai Viral?
Yang bikin Curhatan Tika ini Viral adalah warganet yang iba pada masalah yang sedang dialami oleh Rika. Banyak teman-temannya men-Screenshot status tersebut dan memberi reaksi yang berbeda-beda. Ada yang memuji bahwa Tika telah melakukan keputusan yang tepat, ada juga yang mencela. Siapa saja bisa berpendapat. Tapi, Tika tidak pernah menduga bahwa persoalan ini akan menjadi Viral.
III. Apakah Tika malu atas masalah ini?
TIDAK.
Tika justru bersyukur atas pembatalan pernikahan yang kemungkinan besar sulit untuk dijalaninya kelak. Sama sekali tidak ada penyesalan. Yang disesalkan adalah kenapa hubungan ini terjadi.
IV. Kenapa Tidak Melibatkan Orangtua? Kenapa di Medsos?
Kalau pertanyaan ini diajukan oleh orang Batak, mungkin inilah pertanyaan yang paling bodoh yang pernah saya dengar.
Dalam tradisi dan adat Batak, pernikahan Anak adalah urusan orangtua. RAJA ke RAJA. Tetua ke Tetua.
Ito(mba)ku, anak ke-5 dari 9 bersaudara dari Bapauda Kanan Siregar, adalah BORU NI RAJA (ber-ADAT). Sebagai jemaat HKBP, adat Batak menyatu dengan semua tradisi Gerejawi.
Apakah Tika bertindak sendiri dan memutuskan hubungan secara ogah-ogahan? TIDAK.
=====
Tika hanya mendengar nasihat orangtuanya dan raja-raja adat Siregar, Parsahutaon, dan keluarga yang mengasihinya.