Masih Dalam LindunganNYA, Ibu Ini Tiba-Tiba Minta Resign dari Pabrik Petasan Tepat Sehari Sebelum Terbakar, Alasannya Ternyata..

 
Sebuah pabrik petasan di kawasan Kosambi, Tangerang, kemarin terbakar. Kejadian itu memakan korban yang kebanyakan adalah karyawannya yang mana pada saat kejadian banyak yang tidak bisa keluar dari pabrik, bahkan puluhan orang tewas. Bernasib lain, Mumun beruntung selamat dari musibah itu. Pasalnya, sehari sebelum kejadian, dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja di sana.
Mumun adalah seorang wanita yang sebelumnya bekerja di pabrik petasan itu. Ia mengaku bekerja di sana tanpa memasukkan lamaran atau apapun. Ia bekerja di sana lantaran kepercayaan, ada yang membawanya bekerja.
Dilansir dari laman tribunnews.com, Mumun menceritakan bahwa awalnya ia merasa betah bekerja di pabrik petasan itu. Ia suka keadaannya yang tidak berisik. Pagi hari ketika masu kerja, kata Mumun, memang tenang, mesin belum dinyalakan. Namun kondisinya berubah ketika masuk waktu istirahat. Setelah makan siang, kepala Mumun kerap terasa pusing. Hal itu disebabkan oleh mesin yang mulai dioperasikan. Suaranya bising dan memekakkan telinga serta ruang kerjanya pun pengap, kata Mumun.
Dengan kondisi yang seperti itu, Mumun lantas mengaku mengajukan permintaan kepada mandor di sana untuk dipindahkan ke bagian lain dengan alasan tidak betah. Namun, permintaan Mumun itu tidak bisa dipenuhi. Oleh karena itu, Mumun kemudian mengundurkan diri dari pabrik petasan itu. Lantas tepat keesokan harinya setelah Mumun berhenti bekerja, musibah itu terjadi.
Mumun menduga, kenapa banyak karyawan yang tewas di dalam peristiwa kebakaran di pabrik petasa itu adalah karena mereka tak bisa keluar pabrik lantaran terhalang mesin mesin dan meja meja yang sangat padat.
Kamis (26/10/2017) kebakaran hebat menghanguskan pabrik petasan di Kompleks Pergdangan 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Atas musibah ini, diketahui sedikitnya 47 orang tewas. Sementara keseluruhan pekerja di gudang petasan ini diketahui ada 103 orang.